Lidah seorang Murid


Lidah seorang Murid (Yesaya 50:4a)

Jika kita menonton siaran berita melalui media televisi, kita akan menemukan begitu banyak permasalahan yang terjadi dalam kehidupan ini yang bersumber dari lidah. Sebagai murid Tuhan, kita tentu tidak boleh melakukan perbuatan yang demikian. Tuhan telah memberikan kepada kita lidah seorang murid, supaya dengan perkataan, kita dapat membangun orang yang sedang letih lesu, patah semangat, berbeban berat, sehingga mereka mendapatkan semangat yang baru.
Apa yang harus kita lakukan untuk memiliki lidah seorang murid?

1. Menjaga lidah dari perkara yang jahat (Mazmur 34:14)
Ada banyak contoh lidah yang jahat, salah satunya ialah mengomel. Ada orang Kristen yang setiap hari mengomel, selalu melihat ada yang salah dalam setiap perkataannya tidak memberikan semangat atau membangun orang lain, sebaliknya justru menghancurkan orang lain. Ada juga gosip, gosip memang perkara yang tidak mudah dihilangkan, banyak orang Kristen yang tanpa sadar ikut membicarakan hal-hal yang buruk tentang orang lain. Perlu disadari, bahwa gosip itu adalah dosa. Ketika saudara mulai membicarakan hal-hal yang buruk tentang orang lain, tanpa sadar saudara sudah memberikan penghakiman kepada orang tersebut, padahal penghakiman adalah haknya Tuhan.

2.      Sebagai murid Tuhan, kita harus memiliki lidah yang lembut dan bijaksana.
Kata-kata yang lembut dapat menenangkan hati yang galau dan banyak orang akan merasa diberkati. Sesungguhnya banyak konflik / pertengkaran terjadi akibat dari penggunaan lidah dengan cara yang salah. Banyak orang bertengkar hanya karena sepele, namun masalah yang sepele bisa mejadi sangat besar jika dibarengi dengan kata-kata kasar yang keluar dari emosi yang meluap. Kitab Yakobus menggambarkan lidah itu seperti api. Lihatlah api, betapapun kecilnya api namun jika digunakan dengan cara yang salah dapat membakar hutan yang besar dan banyak korban jatuh karenanya. Sebaliknya. Masalah yang besar akan dapat diselesaikan dengan mudah jika kita menggunakan kata-kata lembut dan menenangkan hati. Karena itu milikilah lidah yang lembut dan bijaksana sehingga melalui perkataan kita orang merasakan damai sejahtera dan sukacita surgawi. Namun, lembut bukan berarti lemah, didalam kelembutan harus terdapat ketegasan prinsip. Dalam menyampaikan ketegasan, harus disertai dengan kebijaksanaan.

3.      Berikan lidahmu dikuasai Tuhan (Keluaran 4:10-12)
Dalam ayat ini kita melihat bagaimana musa mencoba berdalih kepada Tuhan untuk tidak melakukan perintahNya yaitu berbicara kepada raja firuaun untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan. Musa menggunakan alasan “Sebab aku berat mulut dan berat lidah”. Tetapi jawaban Tuhan: “ Siapakah yang membuat lidah manusia?” hal ini menunjukan bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas lidah, sebab Dialah yang menciptakan lidah manusia. Marilah kita menyerahkan lidah kita dalam penguasaan Tuhan setiap hari. Penggunaan lidah yang tidak diserahkan kedalam penguasaan Tuhan akan membawa kita jatuh kedalam berbagai masalah dan pencobaan. Salah satu cara agar lidah kita dikuasai oleh Tuhan adalah dengan banyak memuji dan menyembah Tuhan, banyak berbahasa Roh dan mengucapkan janji-janji Tuhan dalam hidup kita.

 by. Esteria Siahaan


1 komentar: