Pada tanggal 16 September 2012
pukul 18.00 wib kemarin, kalender orang yahudi telah berubah dari tahun 5772
yang kita kenal dengan Ayin Beth menjadi tahun 5773 yaitu disebut dengan Ayin
Gimel. Dimana kita telah mengetahui bahwa Ayin (70) yang berbentuk seperti mata
berbicara tentang mata Tuhan dan mata kita, dan kita juga percaya bahwa mata
Tuhan selalu tertuju kepada kita sampai saat ini. Mazmur 32:8 mengatakan : “Aku
hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak
memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.” Yah memang benar saudara, mata Tuhan selalu
tertuju kepada kita, apakah anda merasakan itu…!!?? Kita dapat merasakannya
tergantung cara kita menanggapinya, jika kamu benar-benar merasakannya maka
kamu akan merasakan perbedaannya saat Ia bekerja didalam setiap perkara yang
kita hadapi.
Saya punya teman yang berinisial
O, saya senang berteman dengannya karna dia seorang wanita yang kuat, ia
selalu menjadikan Tuhan sebagai penolong
hidupnya dan tidak mau bergantung kepada orang lain, setiap dia ada masalah ia
selalu cerita sama Tuhan dan menantikan pertolongan Tuhan yang selalu dia imani
akan datang tepat pada waktunya. Suatu hari sahabat saya ini dan suaminya
mengalami persoalan ekonomi yang benar-benar terpuruk, dimana suaminya tidak
menerima gaji sampai 3 bulan, kalau kita lihat dari kacamata dunia, bagaimana
mereka menghadapi hidup mereka, padahal semuanya yang berhubungan dengan proses
hidup harus dibeli dengan uang.
Hingga pada akhir bulan sahabat
saya ini dan suaminya hanya memiliki uang sebesar Rp. 15.000 ditangan,
sementara gaji suaminya belum juga diterima dari tempat dimana dia bekerja, sempat sih mereka bingung, sementara kalau hari minggu sahabat saya harus pergi
melayani ke medan, Puji Tuhan sahabat saya ini seorang yang benar-benar
mengenal siapa itu Tuhan yang dia sembah, dia percaya Tuhan Yesus itu Allah
yang penuh kasih, dan Tuhan akan memberikan pertolongan tepat pada waktunya
pada keluarganya. Kemudian mereka berdoa pada Tuhan, bersama-sama sepakat dan
menyerahkan kekuatiran mereka dan mengharapkan pertolongan segera datang.
Saudara pernahkan mendengar firman Tuhan yang berbunyi dalam 1Korintus 2:9 yang
mengatakan: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak
pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati
manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." dan
pastinya saudara kita percaya bahwa Allah sanggup melakukan segala perkara,
kalau dimata kita itu mustahil, dimata Tuhan tidak ada yang mustahil.
Singkat
cerita Tuhanpun memberikan pertolongan pada mereka melalui saudara-saudara
mereka. Mereka mendapat kiriman uang dari saudara-saudara mereka sehingga
keuangan yang tadinya Rp. 15.000 berubah menjadi Rp. 700.000, Bukankah Tuhan itu
luar biasa saudara, Dia selalu membuat kita terpesona dengan cara-caraNya.
Nah kalau kita hubungkan dengan
tahun ini yaitu Tahun Ayin Gimel, dimana kalau kita lihat Gimel itu yaitu angka
3, jadi Ayin Gimel (73) yang berarti kita akan bersama-sama menuju mata air (sumur). Tuhan ingin membawa kita yaitu gerejaNya ke
level yang lebih tinggi, alasannya adalah :
- Sebab penuaian 1 milyar jiwa atau penuaian besar-besaran yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah, itu tidak mungkin kalau gerejaNya belum dibawa naik kelevel yang lebih tinggi.
- Sebab seperti yang selalu Tuhan ingatkan, “Aku datang segera! dan kamu harus kedapatan tidak bercacat dan tidak bercela.”
Ada beberapa hal yang harus kita
perhatikan untuk memasuki Ayin Gimel yaitu :
- Memiliki hati yang murni (Matius 5:8)
- Semakin Intim dengan Tuhan
- Semakin serupa dengan gambaranNya (Roma 8:28-30)
- Roh Kudus akan dicurahkan secara luar biasa (Lukas 24:49)
- Memperhatikan orang miskin
- Akan nada upah dan penghukuman (Ada berkat / kutuk)
- Menjadi saksi Yesus.
Untuk dapat mendengar panggilan
Tuhan kita harus lebih intim lagi padaNya dan juga menjadi penyembah yang
benar. Penyembahan disini bukan sekedar bisa bernyanyi dengan bagus dan
memiliki suara yang bagus. Jadi bagaimana cara menyembah yang benar..? pasti
itu muncul dipikiran kita…!
Tuhan
punya rencana bagi manusia untuk menyenangkan hatiNya dan menyembahNya, dan Dia
sedang membentuk satu bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang
kudus, yaitu umat kepunyaan Allah sendiri...(1 Petrus 2:9), jadi yang menjadi
pertanyaannya siapa yang bisa menjadi anggota dari bangsa yang terpilih ini..?
jawabannya simple saja saudara yang menjadi anggota dari bangsa yang terpilih
ini adalah orang-orang yang mau meresponi panggilan Allah untuk keluar dari
gelap menuju terang. Panggilan ini berlaku bagi seluruh manusia didunia ini
tanpa terkecuali, tapi kenyataannya banyak manusia yang jika ditanya dan
ditawarkan akan hal ini mereka ada yang menjawab Ya, Ragu-ragu, Tidak, dan juga
ada yang mau piker-pikir dulu. Tetapi syarat dari anggota bangsa yang terpilih
ini adalah orang-orang yang benar-benar mau keluar dari hidupnya yang lama dan
meninggalkannya dan masuk kepada kehidupan yang baru.
Menyembah
dapat kita lakukan tanpa menyanyi sekalipun. Hati yang menyembah adalah hati
yang mengekspresikan pujian dan penagungan dengan ucapan syukur kepada Tuhan
yang muncul dengan kerelaan dan ketulusan dari dalam hati kita karena kita
mengalami kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Dan penyembahan ini hanya bisa
muncul ketika kita mengalami titik balik tadi. Hanya dengan pengenalan akan
Allah baru kita dapat memiliki hati yang menyembah. Pujian dan penyembahan
inilah dapat kita wujudkan dalam bentuk mazmur dan pujian. “Tetapi saatnya akan datang dan
sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam
roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian (Yohanes
4:23)”.
Ketika kita bernyanyi belum tentu
kita sedang melakukan penyembahan, karena banyak dari kita menyanyi lebih
karena merasa haus, dan kadang kita tidak mengerti apa yang kita nyanyikan.
Karena itu saya sarankan bagi para WL (Worship Leader) untuk memilih lagu-lagu
yang familiar yang akrab ditelinga jemaatnya, jangan terlalu banyak memakai
bahasa asing dan juga terlalu banyak lagu baru, itu membuat jemaat jadi merasa
tidak nyaman, ingat kita melayani Tuhan bukan melayani manusia, jadi layanilah
Tuhan dengan sepenuh hatimu dan bukan untuk penampilan di altar yang
membanggakan diri kita.
Penyembah seperti apa yang Tuhan
cari ?
Tuhan mencari penyembah yang
sudah masuk kedalam hitunganNya, yaitu mereka yang dipanggil untuk keluar dari
gelap kepada terangNya yang ajaib. Mereka yang mau meresponi panggilanNya
sesuai dengan rencanaNya, mereka yang sudah lahir baru didalam roh dan Roh
Kudus.
Maka itu saudara responilah
panggilanNya jangan tunggu lama-lama lagi, ingat DIA AKAN DATANG SEGERA,
serahkan hidup anda, akui segala kelemahan dan dosa-dosa kita, terima dan akui
Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita, undang Dia dalam hati kita, dan
nikmati hidup yang penuh dengan sukacita surgwi bersama Dia. Jadilah
penyembah-penyembah yang benar yang menyembah dalam roh dan kebenaran, Tuhan
memberkati.

