Allah Itu Baik

"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan yang menipu" (1Petrus 3:10)

     Apa yang timbul dihati saudara, ketika membaca ayat alkitab tersebut?? hidup yang lebih baik,  hidup tanpa ada kesusahan, kerugian, bahkan hidup selalu berkelimpahan. Siapa yang tidak mau hidup seperti itu, bagi setiap kita pasti mendambakan hal seperti itu, bahkan sedikit dari kita mau hidup susah dan berkekurangan.

     Pasangan suami-istri ini sudah menikah baru beberapa bulan yang lalu. Mereka menjalani hidup dengan apa yang Tuhan berikan kepada mereka. Pada bulan ke-3 pernikahan mereka, pasangan ini diperhadapkan pada situasi yang sulit, yakni sang suami dari wanita ini tidak menerima gaji sudah hampir 3 bulan. Hal ini tentunya sungguh menyulitkan bagi mereka. Keterbatasan keuangan yang mereka miliki kadang membuat pasangan ini sangat kuatir, kadang kala juga pasangan ini diingatkan Firman Tuhan untuk tidak kuatir tetang apapun juga tetap percaya akan mujizat.

     Yah benar, tetapi kita sebagai manusia pikiran kita yang lebih menguasai hati kita. Iman kita lemah karena banyaknya masalah, dan pasangan inipun tidak lupa untuk meminta ampun atas kesalahan yang dilakukan mereka, baik sengaja ataupun yang tidak disengaja. Kebetulan sang istri adalah sebagai pelayan Tuhan, ia berfikir dalam hatinya : "Kenapa kami kekurangan Tuhan..? apakah kesalahan kami Tuhan..? Janganlah berikan kepada kami kekayaan / kemiskinan, tetapi berikanlah kepada kami apa yang menjadi bagian dari kami Tuhan". Setiap malamnya, sang istripun berdoa, memohon kemurahan Tuhan dan belas kasihan Tuhan. Tibalah dimana keuangan mereka habis total. Uang mereka tinggal 15 ribu rupiah lagi, sedihnya besoknya sang istri harus pergi melayani Tuhan di medan, kebetulan mereka pada saat itu berada di tebing tinggi. Bingung, cemas, pusing, semua campur aduk pikiran mereka. Kenyataannya yang bereka terima sungguh menguras pikiran mereka. Beberapa jam kemudian, tiba-tiba saudara perempuan dari sang suami menelfon untuk menanyakan kabar mereka, karna pasangan ini lagi pusing, sampai-sampai telpon tidak diangkat bahkan sms tidak dibalas. Kemudian, telpon kembali berdering, lalu sang suami mengangkatnya, sang kakak berkata melalui telpon : " kenapa tidak diangkat telponnya dek... bagaimana kabar kalian..? kami sehat kak, aku tidak ada pulsa untuk membalas kak, aku belum gajian hampir 3 bulan kak...(jawab sang adik). Singkat cerita 5-10 menit kemudian, sang kakak menelpon kembali dan berkata: "Dek, kakak kirim duit yah 300 ribu buat kamu", Puji Tuhan ungkap pasangan ini. Selang kemudian, sang kakak menelpon kembali dan berkata : "Uang tidak bisa dikirim karna nomor rekening kamu tidak valid, kamu harus menambah dulu, baru nomor rekening kamu aktif kembali".

     Sukacita yang semula ada, mendadak berubah menjadi kesedihan yang mendalam. Pasangan ini hanya diam satu sama lain diteras rumahnya dan tidak mengeluarkan sepatah katapun. Sementara mereka harus menabung dulu agar uang itu dapat dikirim kerekening mereka, tetapi parahnya pasangan ini hanya mempunyai uang 15 ribu rupiah didompetnya, kita tahu, jika ingin menabung maka uang yang harus kita tabung min. 50 ribu rupiah. Keadaan ini sangat menyulitkan mereka berdua. Singkat cerita, sang istri mencoba berkata kepada bapaknya untuk meminjam uang 50 ribu. Puji Tuhan, bapak sang istrinya memberi 100 ribu rupiah. Pukul 14.15 wib mereka menuju bank untuk menabung supaya kakak mereka bisa mentransfer uang yang dijanjikan tadi.

     Akhirnya, berkat pertolongan Tuhan, urusan mereka selesai dan merekapun menerima uang dari kakak mereka sebesar 300 ribu rupiah. Satu jam kemudian, sang suami kembali menerima telpon dari abangnya yang berada disulawesi, pesan abangnya : "Dek abang kirim uang yah sebesar 250 ribu rupiah, tolong kamu cek di ATM.. Terimakasih Tuhan....", mereka sangat bersukacita sambil perpelukan. Berkat pertolongan dan kemurahan Tuhan, akhirnya kebutuhan yang mereka butuhkan terpenuhi sudah melalui saudara mereka.

     Besoknya, sang istripun pergi ke medan untuk melayani Tuhan. Setibanya di medan, sang istri mendapat telpon dari saudara perempuannya yang ada dipapua.
Pesan kakaknya : "Aku kirim uang 150 ribu yah.... Thank's God...." Puji Tuhan, uang yang hanya 15 ribu didompet kini berubah menjadi 700 ribu. Ini setidaknya membuat kita untuk tetap mengucap syukur dengan apa yang ada, mungkin saudara tidak pernah merasakan apa yang dirasakan pasangan ini. Tetapi tetaplah kita menjaga kelakuan kita, lidah kita dan tetap melakukan kehendakNya (1 Petrus 3:10).

"S'bab Tuhan baik...Bahwasanya untuk selamanya kasih setia-Nya...." Tetaplah berdoa... Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar