(Matius 5:13-15)
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat diatas dimana kita mengenal bahwa garam itu memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, yang menjadikan makanan lebih terasa sempurna, bisa juga membuat pakaian menjadi lebih bersih, dll. Kalau tidak ada garam pasti masakan yang kita masak terasa hambar dan lain sebagainya, peranannya sangat berdampak sekali.
Dalam hal ini kita juga dapat menghubungkan dalam kehidupan kerohanian kita, dimana kita sebagai hamba Tuhan harus memiliki dampak terhadap orang-orang disekeliling kita, bahkan menjadi terang ditempat dimana kita berada, misalnya dirumah, dikantor, didalam pelayanan. Melayani bukanlah dijadikan seperti rutinitas kegiatan sehari-hari dan bukanlah sekedar melayani, tetapi Kita harus memiliki gambaran seperti pribadi yang kita layani. Seperti pribadi Yesus yang murah hati, panjang sabar, pemaaf, lemah lembut, penuh belas kasih, bahkan saat Dia datang kedunia ini, Ia datang untuk menerangi kegelapan dunia dan tidak pernah sedikitpun mencari kemuliaan bagi diriNya sendiri.
Kita semua pasti sudah mengenal seorang wanita yang bernama “Mother Theresa” dia yang memiliki misi yang kuat untuk menjadikan dirinya sebagai terang dunia. Beliau menjadikan dirinya hadir didunia ini hanya untuk orang lain, dan melayani di india selama 45 tahun hanya untuk orang-orang miskin. Ia menyatakan bahwa “ I am a little pencil in the hand of God who is sending a love letter to the world” (Saya adalah sebuah pensil kecil ditangan Tuhan, yang telah dipakai Tuhan untuk mengirim sepucuk surat cinta kepada dunia. Beliau telah berbakti dan telah menjalani karya bakti semasa hidupnya dan menjadi terang, bukan hanya dirumah bahkan sampai keseluruh dunia.
Adakah kita memiliki kerinduan seperti yang dimiliki bunda kita ini..? yaitu menjadi pensil yang dipakai Tuhan untuk menulis surat cinta kepada dunia..!?
Kunci untuk menjadi berarti bagi orang lain yaitu jangan menyembunyikan pelitamu, karna Firman Tuhan mengatakan dalam Markus 4:21 “Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian”. Jika anda meletakkannya dibawah gantang maka itu tidak akan berguna bagi banyak orang. Jika kamu telah diajar banyak tentang Firman Tuhan dan segala janjiNya padamu, janganlah kamu menyimpannya hanya untuk pribadimu saja, tetapi berikan juga kepada orang lain, sampaikan kepada orang-orang yang belum mengetahui kabar sukacita dan janji Tuhan kepada mereka. Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Janganlah menjadi orang percaya yang hanya hidup bagi diri sendiri, yang tidak peduli akan orang lain. Marilah kita bersama-sama menyampaikan kabar sukacita ini kepada mereka yang belum mendengarnya. Dan mulailah berfikir apa yang dapat kita beri buat orang-orang disekitar kita, keluarga, gereja, masyarakat, dan dunia, dan menjadikan kita sebagai terang yang dinyalakan diatas kaki dian. Selamat melayani dan Tuhan Yesus memberkati.

Tuhan berkati
BalasHapustrimakasih.........
BalasHapussaat nya untuk memberi dampak, tuhan Yesus Memberkati:)